Kupang, Agustus 2026 – Badan Pendapatan dan Aset Daerah (BPAD) Provinsi Nusa Tenggara Timur melalui Subbidang Pemindahtanganan dan Penghapusan Aset melaksanakan kegiatan penelitian administrasi dan pemeriksaan fisik Barang Milik Daerah (BMD) di SMAN 5 Kupang yang berada di bawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya BPAD Provinsi NTT untuk memastikan kesesuaian antara data administrasi dengan kondisi fisik barang di lapangan sebagai wujud tertib administrasi pengelolaan Barang Milik Daerah.

Dalam pelaksanaannya, tim melakukan pengecekan fisik ruang kelas, inventaris meja dan kursi, barang persediaan, serta berbagai peralatan dan mesin yang dimiliki sekolah. Selain pemeriksaan fisik, tim juga melakukan pencocokan data inventaris dengan dokumen administrasi aset guna memperoleh data yang akurat, transparan, dan akuntabel sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Adapun tujuan kegiatan ini meliputi:
- Melaksanakan penelitian administrasi Barang Milik Daerah (BMD).
- Melakukan pemeriksaan fisik barang persediaan, peralatan, dan mesin.
- Memverifikasi serta mencocokkan data inventaris dengan kondisi fisik di lapangan.
- Menjamin akurasi data sebagai bagian dari tata kelola aset daerah yang baik.

Objek pemeriksaan dalam kegiatan ini mencakup:
- Meja dan kursi inventaris sekolah.
- Barang persediaan.
- Peralatan pembelajaran.
- Peralatan dan mesin lainnya.
- Dokumen serta data administrasi aset daerah.

Melalui kegiatan tersebut diharapkan dapat menghasilkan data aset daerah yang akurat dan mutakhir, meningkatkan tertib administrasi pengelolaan Barang Milik Daerah, mewujudkan pengelolaan aset yang transparan dan akuntabel sesuai ketentuan yang berlaku, serta mendukung pengambilan kebijakan yang lebih tepat dalam pengelolaan aset daerah.

BPAD Provinsi Nusa Tenggara Timur berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan aset daerah secara profesional, efisien, dan berkelanjutan guna mendukung pelayanan publik yang lebih baik bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur.